Pemberiaan materi Kuliah pakar oleh Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D, SpP(K), FCCP, FISR
Banjarmasin, ppds.pulmo.ulm.ac.id – Pada tanggal 29-30 Oktober 2024, Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) mengadakan kegiatan kuliah pakar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D, SpP(K), FCCP, FISR. Acara ini berlangsung di Ruang Pertemuan Kelompok Staf Medis (KSM) Paru lantai 5 RSUD Ulin Banjarmasin dan dihadiri sebanyak 34 peserta terdiri dari seluruh program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Pulmonologi serta para konsulen di bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK ULM.
Kegiatan ini dibagi ke dalam tiga sesi utama yang berfokus pada topik sentral dalam dunia pulmonologi, yakni Asma-Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK); Faal Paru; dan Small Airway Disease. Kuliah pakar ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan peserta dalam bidang pulmonologi dengan pemaparan yang komprehensif dan mendalam dari Prof. Faisal (sapaan beliau), seorang pakar yang diakui di tingkat nasional maupun internasional.
Sesi pertama pada tanggal 29 Oktober dibuka dengan tema “Asma-PPOK.” Dalam sesi ini, Prof. Faisal membahas tuntas mengenai hubungan antara asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dua kondisi paru-paru yang sering ditemui dalam praktik klinis. Pemahaman mengenai patofisiologi, faktor risiko, serta penatalaksanaan terkini menjadi fokus utama. Diskusi ini juga menyoroti kesulitan dalam mendiagnosis dan mengelola pasien dengan sindrom tumpang tindih asma-PPOK (Asthma-COPD Overlap Syndrome/ACOS), sebuah tantangan yang kerap dihadapi dalam dunia klinik.
Masih pada hari yang sama, sesi kedua membahas topik “Faal Paru.” Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai fisiologi paru dan peran penting pemeriksaan faal paru dalam diagnosis berbagai penyakit pernapasan. Prof. Faisal menjelaskan bagaimana tes faal paru dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kapasitas ventilasi, difusi oksigen, serta elastisitas jaringan paru-paru. Beliau juga memaparkan berbagai teknik dan parameter yang harus diperhatikan dalam interpretasi hasil tes faal paru, sehingga dokter dapat menentukan intervensi medis yang tepat bagi pasien.
Pada hari kedua, 30 Oktober 2024, sesi ketiga dengan tema “Small Airway Disease” menjadi penutup dari rangkaian kuliah pakar ini. Small airway disease adalah salah satu topik yang sering kali terlewatkan dalam pembahasan penyakit paru, meskipun dampaknya sangat signifikan bagi pasien. Prof. Faisal menyoroti pentingnya mendeteksi penyakit pada saluran napas kecil yang sering kali diabaikan dalam pemeriksaan rutin. Penyakit ini dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit paru kronis seperti PPOK dan asma yang lebih berat jika tidak terdeteksi dini.
Peserta diberikan pemahaman tentang diagnosis dan pengelolaan small airway disease melalui pemeriksaan radiologi dan faal paru yang lebih spesifik. Pembahasan ini sangat berguna bagi PPDS dan dokter konsulen dalam memperdalam pengetahuan mereka mengenai penyakit paru yang kompleks dan memerlukan perhatian khusus dalam penanganan klinis sehari-hari.
Kuliah pakar yang berlangsung selama dua hari ini mendapat apresiasi besar dari para peserta dan konsulen. Prof. Faisal tidak hanya memberikan materi ilmiah yang kaya akan informasi terkini, tetapi juga memfasilitasi diskusi yang interaktif dan aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan klinis dan akademik seluruh peserta, terutama dalam mengatasi tantangan di bidang pulmonologi, seperti penyakit asma, PPOK, dan small airway disease.
Dengan adanya kuliah pakar seperti ini, Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK ULM semakin berkomitmen untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan dan pelatihan dokter spesialis agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.
Nama Penulis : Muhammad Naufal Rusman A.md.Kom
Program Studi : Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
Nama Editor : Ihya Hazairin Noor
Tanggal Penulisan : 04 November 2024




