Banjarmasin, ppds.pulmo.ulm.ac.id – Pada tanggal 4 – 5 November 2023, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi KF ULM – RSUD Ulin Banjarmasin dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Kalimantan Selatan dengan bangga menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Respirasi Banjarmasin 2023 (PIR Banjarmasin 2023) yang diselenggarakan di Hotel Tree Park Banjarmasin. Acara ini merupakan sebuah tradisi tahunan yang diadakan oleh PDPI Cabang Kalimantan Selatan dan merupakan platform seminar simposium yang menarik. Acara ini menawarkan kesempatan bagi para profesional medis untuk menggali pembaruan terbaru dalam bidang kedokteran paru.
Tema utama acara ini adalah “Recent Advancements in Pulmonary Diseases and Emergencies” yang mencerminkan komitmen untuk menghadirkan topik terkini dan penting dalam ilmu kedokteran paru kepada para peserta. Selama dua hari penuh, acara ini melibatkan pemateri yang berpengalaman di bidangnya, berbagi pengetahuan dan wawasan yang berharga.

Suasana kegiatan simposium PIR Banjarmasin 2023
Hari pertama, Sabtu tanggal 4 November, dimulai dengan sesi registrasi yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendaftar dan bersiap mengikuti acara serta dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan resmi.
Sesi I: Occupational Pulmonary Disease
Pembahasan “Occupational Pulmonary Disease” dalam sesi ini, dr. Normawati, Sp.P, membahas dampak kesehatan pernapasan akibat polusi udara dalam dan luar ruangan. Selanjutnya, dr. Isa Ansori, Sp.P(K), FISR, FAPSR, membahas dampak pernapasan akibat kebakaran hutan dan strategi pencegahan serta pengelolaannya.
Sesi II: Pulmonary Infection
Sesi II fokus pada “Pulmonary Infection” dr. M. Rudiannor, Sp.P, memberikan pembaruan mengenai diagnosis dan pengelolaan tuberkulosis, penyakit infeksi paru yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara. Selanjutnya, Dr. dr. Mohamad Isa, Sp.P(K), FISR, FAPSR, membahas pneumonia berat dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), dua kondisi yang memerlukan penanganan yang cermat.
Setelah sesi II, peserta memiliki kesempatan untuk istirahat sejenak dan mengunjungi pameran yang dibuka selama acara. Pameran ini memperkenalkan berbagai produk dan layanan terkait kesehatan paru-paru, yang merupakan tambahan penting dalam pembaruan ilmu kedokteran.
Sesi III: Obstruction Airway Disease
Sesi III, yang merupakan bagian terakhir dari hari pertama, membahas “Obstruction Airway Disease” dr. Ali Assagaf, Sp.P(K), FISR, FAPSR, membahas implementasi Budesonide-Formoterol sebagai pengobatan yang disukai untuk merawat asma secara lebih baik. dr. Yulia Kartina, Sp.P, membahas manfaat inisiasi awal dosis tinggi (Inhaled Corticosteroids) ICS dalam pengelolaan eksaserbasi asma. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien dengan asma.
Acara hari pertama diakhiri dengan makan siang dan waktu untuk berdoa, memberikan kesempatan kepada peserta untuk merenungkan dan mendiskusikan pengetahuan yang baru saja mereka peroleh.
Hari kedua, Minggu tanggal 5 November, dimulai dengan re-registrasi, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempersiapkan diri mereka untuk sesi berikutnya. Pembukaan hari kedua simposium dilakukan dengan penuh semangat, menandai awal dari rangkaian sesi yang tidak kalah menarik.
Sesi I: Oncology
Sesi pertama hari kedua adalah “Oncology” yang membahas pembaruan terbaru dalam skrining dan diagnosis kanker paru-paru. dr. Erna Kusumawardhani, Sp.P(K).Onk, FISR, memberikan wawasan mengenai topik ini, yang menjadi semakin penting dalam upaya pencegahan dan pengobatan kanker paru-paru. dr. Haryati,Sp.P(K).Onk, FISR, FAPSR, membahas strategi baru dalam pengobatan kanker paru-paru, yang telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sesi II: Interventional Pulmonology
Sesi II membahas “Interventional Pulmonology” dr. Ira Nurrasyidah, Sp.P(K) FISR FAPSR, membahas peran intervensi pulmonologi dalam penyakit pleura, yang seringkali memerlukan tindakan medis yang spesifik. dr. Amalia Santang, Sp.P, memberikan panduan tentang cara menangani hemoptisis di unit gawat darurat (UGD), sebuah situasi yang memerlukan tindakan cepat dan tepat.
Sesi III: Obstruction Airway Disease
Sesi III hari kedua kembali membahas “Obstruction Airway Disease.” Dr. dr. Susanthy Djajalaksana, Sp.P(K), FISR, seorang Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Konsultan yang aktif melayani pasien di RS Hermina Tangkubanprahu, menjadi salah satu pemateri utama. Dr. Susanthy membahas upaya mengatasi beban Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) melalui Strategi GOLD, yang telah menjadi pedoman penting dalam manajemen penyakit ini. Informasi yang sangat berharga juga disampaikan oleh dr. Aisyah Radiyah, Sp.P, yang membahas bukti-bukti terkini mengenai kombinasi tetap Flutikason Fuorate/Umeclidinium/Vilanterol untuk pengobatan PPOK, memberikan opsi lebih baik bagi pasien yang menderita penyakit ini.
Acara akhirnya ditutup dengan upacara penutupan pada pukul 12.00, di mana para pemimpin acara memberikan kesimpulan dari simposium ini. Mereka menekankan pentingnya kerja sama antarprofesional medis dalam upaya meningkatkan pelayanan respirologi yang lebih baik. Para pemimpin acara juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung PIR Banjarmasin 2023, termasuk sponsor, panitia pelaksana, dan peserta.

Lomba poster edukasi antar PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK ULM.
Selama acara, juga diadakan lomba poster edukasi antar PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK ULM. Inisiatif ini adalah cara yang baik untuk mendorong para pelajar kedokteran untuk berpartisipasi aktif dalam penelitian dan berbagi temuan mereka dalam lingkungan akademik yang mendukung.
Hari terakhir PIR Banjarmasin 2023 juga menyuguhkan kejutan dengan adanya doorprize. Hadiah-hadiah menarik seperti headset, logam mulia, dan doorprize utama berupa Smartphone, untuk memberikan dorongan ekstra bagi peserta untuk berpartisipasi aktif selama acara.
PIR Banjarmasin 2023 adalah bukti nyata komitmen Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi KF ULM – RSUD Ulin Banjarmasin dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Kalimantan Selatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan paru di wilayah tersebut. Semoga acara ini terus menjadi sebuah titik terang bagi perkembangan ilmu kedokteran paru di Indonesia.
Nama Penulis : Muhammad Naufal Rusman, A.md.Kom
Program Studi : Pulmonologi
Nama Editor : Ihya Hazairin Noor
Tanggal Penulisan : 7 November 2023




